REBMAGZ

Tika and The Dissidents Berburu Kepala di Salihara

Setelah sukses menyelenggarakan pertunjukan di kota pelajar, Yogyakarta, akhir April lalu, pada Sabtu, 12 Juni 2010, Tika and The Dissidents kembali membuat gelaran serupa di Teater Salihara, Jakarta Selatan. Misinya tetap sama: “Pencarian Kepala.” Bagi masyarakat penikmat musik di Jakarta, penampilan mereka kali ini memang sangat dinanti-nanti. Ini terbukti dari ludesnya tiket sejak H-2.

Acara dijadwalkan mulai pukul 20.00, namun para penonton sudah mulai berdatangan sejak sore hari. Bahkan hujan yang seharian mengguyur ibukota di hari itu tak sedikitpun menyurutkan niat mereka untuk menyaksikan penampilan salah satu talenta berbakat dari skena indie tanah air ini.

Tepat sesuai jadwal, ditandai lebih dulu dengan bunyi gong khas Teater Salihara, para penonton beranjak tertib masuk ke dalam arena pertunjukkan. “Gelaran ini di konsep dengan sangat matang,” ujar saya dalam hati. Ini terlihat dari properti dan set area yang digunakan untuk melengkapi aksi band ini. Ada sebuah ayunan yang menjadi singgasana untuk sang biduanita. Lalu tampak pula beberapa lukisan kepala yang digantung berjajar dan di jadikan latar belakang pentas. Selain itu ada beberapa perkusi dan ada sebuah ranjang besi yang diletakkan di sisi kanan panggung.

Pertunjukkan diawali dengan tembang berjudul Gugur Sepatu. Lagu ini diambil dari album solo Tika, Frozen Love Songs (2005). Suasana muram nan eksotis pun sukses mereka ciptakan di materi pengantar ini. Kemudian disusul berturut-turut dengan Polpot dan Fever Fairytale. Memasuki tembang ke empat, barulah Tika (vokal) mulai menyapa penonton. Ia berusaha mencairkan suasana yang terkesan menegang sejak awal. Tak pelak pembahasan mengenai video syur dari kalangan selebritas papan atas negeri ini pun menjadi bahan celoteh sang biduanita.

Pada tembang kesebelas, Tika mengajak Mian Tiara untuk berduet menyenandungkan Uh Ah Lelah. Seolah ingin meresapi tema lagunya, Uh Ah Lelah mereka senandungkan di atas ranjang. Setelahnya, Tika and the Dissidents membawakan bocoran materi untuk album selanjutnya berjudul Psycotropicsun.

Sebagai pamungkas dari gelaran ini, Under Their Feet dimainkan. Seluruh personil pamit undur diri usai tembang ini berakhir, lalu beranjak ke belakang panggung. Namun, bagai anak-anak yang tidak rela tontonannya berakhir, para penonton yang hadir merengek minta tambahan sampai seluruh personil Tika and The Dissidents kembali ke atas pentas. Ketika terpenuhi, mereka bertepuk riuh. Seluruh penonton pun kemudian berdiri untuk sama-sama menyanyikan tembang kebangsaan para buruh, Mayday, yang sekaligus –benar-benar– menjadi penutup keseluruhan pertunjukkan malam itu.

Teks: Yanti Kusumadewi/Foto: Dok. Komunitas Salihara

Setlist:

  1. Gugur Sepatu
  2. Polpot
  3. Fever Fairytale
  4. Waltz Muram
  5. Venus Envy
  6. Clausmophobia
  7. Infidel Castratie
  8. Tentang Petang
  9. Red Red Cabaret
  10. 10.  20 Hours
  11. Uh Ah Lelah (with Mian Tiara)
  12. Psycotropicsun (New Song)
  13. Under Their Feet

Encore: Mayday

Iklan

One comment on “Tika and The Dissidents Berburu Kepala di Salihara

  1. Deva_Mamen
    Juni 24, 2010

    bahas Iganya donk yans??? hahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juni 22, 2010 by in REPORTASE and tagged , , , , .
%d blogger menyukai ini: