REBMAGZ

dzeek – s/t: Maujud Konsistensi Kuintet Pemuja Radiohead Akut

dzeekcover

Album ini sebenarnya sudah cukup lama sampai di meja redaksi Rebelzine. Seingat saya sekitar satu atau dua bulan yang lalu. Jadi, maaf sekali kepada awak dan manajemen band ini jika baru sekarang saya memuatnya di media sederhana ini.

Jujur saja, setelah enam tahun mereka tak menelurkan album, saya mengharapkan ada perubahan berarti di album self-titled milik kuintet asal Jakarta ini. Terlebih dengan adanya pergantian fatal pada departemen vokal yang diputuskan tahun 2008 silam. Joe Danu (vokalis terdahulu) resmi mengundurkan diri medio 2008. Mini album The Oslo Report yang dirilis tahun 2007 menjadi kenang-kenangan terakhir Joe bersama empat sahabatnya yang lain, Aan (drum), Pai (bass), Ichsan (gitar), dan Amier (gitar).

Sepeninggal Joe Danu, Imam Ghazali mendapat mandat untuk mengisi kekosongan vokal. Seperti mendapat angin segar, Imam pun mencoba memanggul amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Dan hasilnya, ia berhasil menunjukkan performa maksimalnya dalam rilisan terbaru dzeek. Terbukti Imam bernyanyi lebih baik dengan aksen vokal ala Thom Yorke yang mendekati sempurna bila dibandingkan dengan Joe. Seiring dengan pergantian ini pula identitas panggung mereka sebelumnya d’zeek berubah menjadi dzeek.

Namun, perubahan positif dengan vokalis baru ini nampaknya belum kunjung berbanding lurus terhadap perubahan dzeek secara musikal. Imej Radiohead yang tertancap di raga band ini nampaknya masih kuat melekat. Dari 13 lagu yang ada, jujur saja, didominasi dengan output aransemen yang menjenuhkan. Tidak terasa dongkrakan eksplorasi berarti yang keluar dari wilayah bunyi dan pemrosesan musik tipikal band-band Radiohead wannabe yang pernah ada.

Saya sendiri sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan kemiripan suara Imam dengan guru vokalnya, Thom Yorke ataupun Jeff Buckley. Kemampuan olah aransemen dan penjelajahan musikal yang maksimal saya rasa akan sanggup menutupi keidentikkan dzeek dengan idolanya itu. Itupun jika mereka berani bertualang di luar garis wilayah musisi influensial yang itu-itu saja. Luke Reynolds dari Blue Merle saja suaranya sangat Chris Martin sekali. Namun, bersama kawan-kawannya ia mampu memberikan warna baru yang sangat tidak Coldplay dengan memadukan elemen folk, rock, country, bluegrass di dalam tubuh band mereka. Hasilnya, musik mereka berciri dan lepas dari kesan identik.

Saya pikir dzeek pun bisa lebih dari itu dalam upaya melepaskan imej Radiohead-nya dengan tetap melambaikan bendera britpop/alternatif rock. Dan andai saja sebelum album baru ini terlanjur diproduksi mereka berani membuang jauh-jauh koleksi album dari idolanya itu, untuk kemudian meluangkan waktunya sejenak mendengarkan varian musik dan referensi yang lain, saya yakin hasil olah kreatif mereka di dapur produksi tidak akan semengecewakan album kedua mereka ini.

Saat pertama kali saya mendengarkan keseluruhan materi di album ini, saya hanya mampu menyudahi hingga tuntas di lagu pertama dan kedua. Saya terpaksa melakukan over skip di lagu-lagu lainnya. Hanya Terlihat, satu-satunya materi berbahasa Ibu yang menurut saya cukup berciri di album ini. Harusnya karakter dzeek di lagu ini yang sebaiknya mereka tonjolkan dan kembangkan. Selebihnya hanya selera yang akan berbicara pada tiap-tiap materinya.

Jika dzeek hanya bertahan di fase ini dan puas dengan apa yang mereka hasilkan sekarang, saya rasa tidak akan ada apresiasi berlebih dan kagum untuk menggambarkan progres signifikan dari band ini, kecuali hanya dari penggemar berat mereka.

 

Teks: Zelva Wardi

dzeek adalah:

  • Imam Ghazali (Vocal)
  • Amier (Guitars)
  • Ichsan (Guitars)
  • Pai (Bass)
  • Aan (Drums)

Track List:

  1. Somewhere, Somewhere
  2. What Now
  3. Terlihat
  4. The Prior
  5. Lercha
  6. Malingering
  7. Hello
  8. Jawdropped
  9. Who is the King
  10. Bigger Dish
  11. Getting Older
  12. Tripolar
  13. Liv

URL: www.myspace.com/dzeekmusic

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 28, 2009 by in RESENSI ALBUM and tagged , , , , , , , , , , .
%d blogger menyukai ini: