REBMAGZ

Islam Melawan Kapitalisme

islam_melawan_kapitalismeJudul       : Islam Melawan Kapitalisme

Penulis : Zakiyuddin Baidhawy

Tebal : 266 Halaman

Penerbit : Resist Book

Bukanlah sebuah utopi bila kelak tak ada lagi di muka bumi ini yang tidak sejahtera hidupnya. Sebuah jalan keluar melawan kapitalisme ala Islam dibahas tuntas di buku ini. Islam yang revolusioner menolak system ekonomi, sosial, politik dan segala implikasi moral yang telah busuk di jamannya. Bahkan hingga sekarang, Islam masih relevan untuk dijadikan jalan keluar.

Dalam sejarah perkembangan dunia sudah banyak teori-teori tentang keadilan temporer. Dari egalitarianisme radikal hingga prinsip libertarian yang dicetuskan obert Nozick. Segala prinsip tersebut awalnya merupakan buah dari rasa ketidakadilan yang sudah mengakar di masyarakat. Tetapi dalam perkembangannya, rasa keadilan yang diimpikan musnah seiring dengan munculnya berbagai implikasi yang timbul akibat penerapan prinsip-prinsip tersebut.

Kepemilikan pribadi yang didengungkan oleh para libertarianis nampaknya menemukan jalan buntu ketika dihadapkan pada sebuah kemiskinan missal. Karena dalam libertarianisme, fungsi sosial kekayaan sudah hilang. Sehingga dalam kehidupan nyata jurang perbedaan ekonomi sangat jelas terlihat. Hal ini pula yang ditolak total oleh para egalitarianis radikal. Mereka berpendapat bahwa kepemilikan kolektif adalah segalanya. Menolak prinsip bahwa manusia adalah berbeda dalam hal kebutuhan. Perbedaan adalah sunatullah, karena pada dasarnya semua adalah milik Tuhan. Begitulah yang dikatakan pengarang menepis paham egalitarian dan libertarian ini.

Islam yang berpedoman pada Al-Quran dan As-Sunnah, menanggapi hal demikian sudah sangat jelas. Kepemilikan individu dibatasi, kepemilikan kolektif dijamin dan sumber daya bukanlah kepemilikan eksklusif. Batas-batas yang jelas dalam Al-Quran dikatakan sebagai jalan tengah memahami persoalan ekonomi akibat sistem kapitalisme yang ada. Perilaku konsumsi juga dibatasi dalam Al-Quran.

Mengenai masalah konsumsi manusia, Al-Quran menjawab dengan bijak. Etika Al-Quran yang ditawarkan adalah pemenuhan kebutuhan hidup secara wajar dan proporsional. Bila diterapkan akan membuat sikap antisipatif dan responsive terhadap ancaman kelangkaan sumber daya alam dan kemerosotan lingkungan nantinya. Wajar jika kita saat ini sibuk mencari energi alternative, setelah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui akan habis karena kerakusan manusia.

Dalam system kapitalisme, peranan Negara haruslah dibuat seminim mungkin. Dengan jalan memprivatisasikan milik Negara tentunya. Bila semua sector usaa Negara diprivatisasi segelintir orang, maka monopoli perdagangan bukanlah hal sulit lagi. Sehingga kewajiban Negara mensejahterakan rakyatnya menjadi utopis. Belum lagi benturan dengan system hukum yang dibuat untuk kepentingan para kapitalis.

Tentu hal ini sangat ditolak dalam Al-Quran yang berprinsip pada keadilan masyarakat seutuhnya, menolak adanya penguasaan pribadi terhadap sumber daya alam, baik yang bebas maupun yang tidak. Berkaca pada sejarah. Nabi sebagai pemimpin pada jamannya telah menasionalisasikan sumber daya alam seperti hutan, air, dan rumput. Tidak diijinkan segelintir orang untuk menguasainya.

Hal yang bisa dilakukan sekarang oleh pemimpin Negara yang mempunyai kekuasaan tentunya segera menasionalisasikan segala sumber daya alam. Hanya dengan cara itu, pintu bagi para kapitalis lewat perusahaan transnasional dan multinasional akan tertutup rapat. Tentu saja Negara sah untuk menjalankan ‘monopoli’ demi kesejahteraan rakyatnya. Akibatnya, peran pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya terbukti.

Pada level praksis Islam harus tampil sebagai agama public yang peduli terhadap problem-problem kemiskinan, pengangguran dan penindasan sosial-ekonomi lainnya. Masalah-masalah ekonomi yang disebabkan ‘jasa’ para kapitalis dan neoliberalis lewat IMF, WTO dan juga sistem free trade harus segera dihapuskan. Pesan-pesan dalam Islam pun harus mampu membangkitkan kekuatan-kekuatan protes dan perlawanan atas poros-poros neoliberalisme dan pasar bebas yang tidak pernah dapat menjawab keadilan masyarakat.

Bahasa yang digunakan Zakiyuddin sangat mudah dicerna. Zakiyuddin coba menghindari penggunaan kata-kata yang terkesan rumit dan asing. Lebih lanjut, penulis juga memberi deskripsi yang jelas tentang paham-paham yang ada di dunia dalam menyikapi permasalahan ekonomi. Ditambah dengan pandangan Islam tentunya.

teks resensi: sugeng sutrisna

Iklan

4 comments on “Islam Melawan Kapitalisme

  1. aisyah
    Desember 15, 2008

    keserakahan memang sangat ditentang dalam islam.
    hal ini sangat didukung oleh kitab umat Islam.
    namun pada penerapannya sekarang mengapa terlihat “dunia” ini lebih penting dibandingkan “hari akhir”.
    mungkin inilah pesimistis yang selalu diutarakan oleh semua Nabi terhadap masa depan dunia…

    • rebel!
      Desember 24, 2008

      Mari sikapi dengan bijak!!

  2. Rozynavit
    Februari 27, 2009

    Sistem ekonomi kapitalisme dilihat dari sisi religi adalah berlawanan dengan ajaran kesetaraan agama (Islam). Saya sepakat ketika Islam sebagai ideologi yg merupakan salah satu ideologi yg bertujuan untuk menghancurkan sistem jahat tsb. Kapialisme yg menghegemoni dunia saat ini ternyata telah me-ninabobo-kan wadah2 atau individu2 Islam dan ini terlihat dari beberapa organisasi yg berbasiskan Islam ternyata malah menjadi benteng bagi kaum2 pemodal, selalu bersikap anarkis dan menjadikan Islam itu sbg alat tunggangan untuk mencapai keinginan atau kekuasaan. Mungkin apakah ini merupakan sebagai tanda atau gejala akan kehancuran Islam itu sendiri..???

  3. priyodjamiko
    Juni 14, 2012

    Sumber daya atau dalam bahasa UU 1945 kita “cabang2 produksi” harus dikuasai oleh negara utk dipergunakan sebesar2 kemakmurn rakyat. Ini islami banget. Likailaa duulatan bainal aghniya kata Quran. Agar distribusi kesejahteraan (duulat) itu tdk hanya beredar di kalangan orang kaya saja. Sebab cabang2 produksi itu ibarat kail. Yg sah dikompetisikan adalah ikannya, kailnya harus dijamin oleh negara agar bisa dimiliki oleh semua orang. Kaya miskin adalah sunnatullah sebab ada orang yg rajin, ada yg malas, ada yg bodoh ada yg pintar. Tapi ketimpangan itu bukan sunnatullah. Ketimpangan disebabkan oleh individu2 kapitalis yg menguasai cabang2 produksi bukan negara. Bodohnya negara ini yg meninggalkan prinsip sederhana ini. Mengkhianati UUD nya sendiri. Mengingkari agamanya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 12, 2008 by in PUSTAKALOKA and tagged , , .
%d blogger menyukai ini: