REBMAGZ

Invein Records Launching Party/BB’s Cafe [07/01/2008]

invein8

Rebel! magz versi cetak [edisi XI/Mei 2008]

Bertempat di BB’s Café, menteng jakarta selatan, Invein, sebuah records label indie jakarta menggelar hajatan mereka hari kamis 7 januari 2008.

Turut di meriahkan oleh Disagree, Racun Kota, Ghaust, Datered, Derai Maksimal, Joana, whisper Desire, Joana Feel Suck, Anti-Pop, Holly City Rollers, dan Dead Vertical. Invein awalnya adalah sekumpulan teman yang menyukai beragam jenis aliran musik dan ingin memasyarakatkan musik itu sendiri. Terbentuklah Invein yang memiliki 3 sub pembagian musik; entertainment sound, Fu sound, dan underground sound. Invein bukan semata menggaet band metal melulu, tapi juga rock ‘n roll bahkan elektronik.

Walaupun sempat ngaret satu setengah jam dari jadwal dan ditambah guyuran hujan, tidak menyurutkan semangat saya dan penonton lain untuk datang. Lantai 2 BB’s café yang bernuansa jamaican disulap menjadi panggung rock n roll disko ketika Racun Kota, 3 pemuda metropolitan yang mengandalkan 1 % skill dan 99% nekat muncul, Jablay (vocal) sesekali memecah tawa penonton dengan jokes absurd. Sungguh perpaduan permainan keyboard dan gitar yang atraktif. Total 5 lagu disikat Racun kota.

Dilanjutkan oleh Anti-Pop, band dadakan yang bela-belain dibenuk demi meramaikan acara launching invein. Lalu 3 band yang saya nantikan tampil berurutan. Derai Maksimal, yang Video klipnya sempat dinobatkan sebagai Video Clip Of The Year versi Dem-O, O Channel. Mr. Sullivan dan C’86 dibawakan dengan apik. Dilanjutkan Datered, penonton yang tadinya duduk manis menjadi panas. Moshing tak terelakan lagi. Omponk, vokalis serba minimalis yang dinanti-nantikan oleh crowd termasuk saya, tampil enerjik. Lalu Whisper Desire band pop asal jakarta, membawakan 4 lagu, salah satunya Hope and Wish, soundtrack film Bukan Mimpi Buruk yang sempat diputar di Amerika Serikat tahun 2006.

Puncak acara, peresmian launching Invein records, dengan prosesi pemotongan nasi tumpeng oleh Owner Invein, Topan. Potongan tumpeng pertama diserahkan kepada anak-anak Disagree, yang merupakan rilisan pertamanya Invein Records. Lengkap dengan aksi semprot-semprotan bir dari botol, saya yang dibarisan depan sampai mandi bir segala. Disagree menggeber lagu-lagu dari album “The Art Of A Bloody Vengeance”, sekitar 110 orang yang datang terhanyut kedahsyatan Disagree. Tidak salah jika Invein memilih Disagree untuk rilisan pertamanya.

Masih ada 4 band lagi yang akan tampil, sayangnya saya tidak bisa menyaksikan hingga acara tuntas. “Acaranya bagus, semua aliran musik ada disini”, ujar vokalis Datered mengomentari acara ini. Well, good luck untuk Invein, siapakah yang menjadi rilisan berikut Invein records? Ho ho…let’s wait and see.

teks: nanda, foto: deva/rz

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: